Ayatullahi, El Haqqi (2025) REINTERPRETASI HADIS MISOGINIS PADA KITAB UQUDU AL-LUJAIN FI BAYANI HUQUQI AZ-ZAUJAIN PERSPEKTIF ILMU BAYAN DAN QIRA’AH MUBADALAH. Thesis thesis, Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung.
11223006_BAB-I_BAB-V_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (3MB)
Abstract
Pada realitanya, pemikiran misoginis masih semarak dalam diskursus keagamaan di Indonesia. Sebagaimana tercermin dalam pernyataan para figur publik dan tokoh masyarakat serta temuan empiris di kalangan akar rumput. Pemikiran misoginis masuk dan menjelma bersumber dari penafsiran teks keagamaan secara harfiah dan tekstual terutama teks-teks hadis yang tanpa sadar mendiskreditkan perempuan. Kitab Uqudu al-Lujain fi Bayani Huquqi az-Zaujain karya Imam Nawawi al-Bantani dipilih karena merupakan salah satu kitab teks turas modern yang populer di berbagai kalangan dan menjadi rujukan dalam memahami relasi suami-istri. Oleh karena itu, kajian terkait interpretasi hadis misoginis menarik ditelaah ulang dengan tujuan membuktikan bahwa kajian hadis mengalami perkembangan dari masa ke masa.
Berdasarkan problem akademik tersebut, penelitian ini menjawab tiga rumusan masalah yaitu: Bagaimana karakteristik interpretasi misoginis pada kitab Uqudu al-Lujain fi Bayani Huquqi az-Zaujain dalam perspektif ilmu bayan dan qira’ah mubadalah? Bagaimana hasil reinterpretasi misoginis pada kitab Uqudu al-Lujain fi Bayani Huquqi az-Zaujain dalam perspektif ilmu bayan? Bagaimana hasil reinterpretasi misoginis pada kitab Uqudu al-Lujain fi Bayani Huquqi az-Zaujain dalam perspektif qira’ah mubadalah? Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur. Adapun pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Dalam analisis data, penulis menggunakan teori ilmu bayan dan qira’ah mubadalah. Ilmu bayan digunakan untuk mengungkap dimensi kebahasaan dan retorika hadis, yang berfungsi memperkaya pemahaman makna tersirat di balik teks. Sedangkan qirā’ah mubādalah, sebagaimana digagas oleh Faqihuddin Abdul Kodir, digunakan untuk membangun pembacaan timbal balik dan kesalingan antara laki-laki dan perempuan sebagai subjek setara dalam ajaran Islam.
Berdasarkan empat hadis yang dipilih antara lain: laknat malaikat terhadap istri yang menolak ajakan suami, larangan istri keluar rumah tanpa izin suami, larangan perempuan meminta cerai, dan larangan istri berpuasa sunnah tanpa izin suami, maka penelitian ini menghasilkan pesan substansial Islam yang menegaskan inklusif dan keadilan. Analisis ilmu bayan mengidentifikasi karakteristik interpretasi misoginis dengan membongkar struktur retorika teks, sehingga pesan teks bergeser dari hegemoni manjadi keharmonisan rasional. Penerapan qirā’ah mubādalah menegaskan bahwa perintah dan larangan dalam hadis-hadis tersebut berlaku secara timbal balik sehingga etika relasi suami-istri yang saling menghargai, saling mendukung, dan saling menopang.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | misoginis, ilmu bayan, qiraah mubadalah, reinterpretasi hadis |
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 340 Ilmu hukum |
| Divisions: | Pascasarjana > 74130-Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) |
| Depositing User: | SIP. Makhsun Baidlowi |
| Date Deposited: | 21 Sep 2026 03:38 |
| Last Modified: | 21 Sep 2026 03:38 |
| URI: | https://repository.inisnu.ac.id/id/eprint/14 |

